Posted on: February 7, 2020 Posted by: winarwiwid Comments: 1

Takut Punya Anak

Setelah menikah kalo ketemu sodara atau temen yang ditanyain kadang “Gimana udah isi belum?” 

Jujur aku gak tersinggung dengan pertanyaan seperti itu karena memang di Indonesia kebanyakan setelah menikah ya punya anak, dan tidak dipungkiri bahwa punya anak memang hal yang sangat menyenangkan, apalagi dengan adanya anak, hubungan dengan orang tuanya semakin dekat karena mereka ingin tahu perkembangan sang cucu.

Aku dan suami memutuskan untuk tidak program anak dulu, karena ingin menikmati masa berdua lebih dalam, lebih mengerti satu sama lain. Tapi alasan lain juga karena kita punya ketakutan tersendiri. Takut akan banyak hal.

Takut tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuknya, takut tidak bisa mendidiknya menjadi anak yang mempunyai sopan santun, takut dia menjadi monster karna pendidikan yang aku berikan ternyata salah, takut karena dia tidak sehat dalam mental maupun fisik. Dia titipan yang sangat berharga dan aku takut tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuknya. aku gak mau jadi orang tua yang durhaka.

Apalagi setelah nonton film NKCTHI aku semakin takut, karena seorang ayah yang tujuannya membuat semua anggota keluarganya bahagia aja ternyata semua usaha nya berbuah menyakiti perasaan anak-anaknya.

Dari film itu juga aku belajar bahwa komunikasi adalah yang terpenting dalam membangun sebuah keluarga, bukan hanya mengkomunikasin hal-hal yang baik tapi juga hal buruk, bukan hanya hal yang menyenangkan tapi juga yang menyakiti hati, bukan hal hal yang membanggakan tapi hal yang membuat kita meresa payah, bukan hanya hal yang kamu suka tapi juga hal yang kamu tak suka.

Tak perlu takut selagi masih ada waktu untuk belajar mengenai dunia parenting, sekarang sudah banyak kelas, diskusi dan akun social media parenting. Semangat dan terus belajar ya buat kalian yang sedang membangun keluarga kecil yang nyaman untukmu dan anak-anakmu nanti, jadikan keluarga adalah tempat yang memang rumah yang layak dan hangat untuk mereka kembali.

Categories:

1 people reacted on this

Leave a Comment